Ramadhan Reflektif di FPsi Untar: Menguatkan Etika Akademik, Riset Sosial, dan Pengabdian Mahasiswa

Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara menyelenggarakan kegiatan Buka Puasa Bersama yang dikemas dalam format Seminar Puasa dan Kesehatan Mental pada Senin, 2 Maret 2026. Acara yang berlangsung sejak pukul 16.30 WIB hingga menjelang waktu berbuka ini bertempat di Ruang Serbaguna Gedung R Lantai 3 dan mengangkat tema:

“Ramadhan Reflektif: Menguatkan Etika Akademik, Riset Sosial, dan Pengabdian Mahasiswa Psikologi.”

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, Dekan, para Ketua dan Sekretaris Program Studi (PSPJM dan Pendidikan Profesi Psikolog), dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam bulan suci Ramadhan.

Sambutan Dekan: Ramadhan sebagai Momentum Pembentukan Karakter

Acara diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Psikologi Untar, P. Tommy Y. S. Suyasa, M.Si., Psikolog. Dalam sambutannya, beliau menyapa seluruh tamu undangan serta memperkenalkan narasumber seminar. Dekan juga membagikan kisah kedekatannya dengan narasumber sejak tahun 2023, saat menginisiasi proposal Program Kreativitas Mahasiswa dalam kapasitasnya sebagai Kepala Lembaga Mahasiswa Untar.

Beliau menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum reflektif untuk memperkuat integritas, etika, dan karakter, nilai-nilai yang menjadi fondasi penting dalam dunia akademik, khususnya di bidang psikologi.

Seminar: Puasa, Iman, dan Tanggung Jawab Akademik

Seminar menghadirkan Try Sutrisno, S.Si., M.Sc., Kepala Lembaga Mahasiswa Untar, yang membagikan refleksi mendalam mengenai makna Ramadhan dalam kehidupan personal maupun organisasi. Beliau mengawali dengan kisah perjalanan hidupnya, mulai dari masa kecil di pesantren hingga menempuh pendidikan tinggi di Universitas Diponegoro dan Universitas Gadjah Mada, yang membentuk perspektif spiritual dan akademiknya.

Mengacu pada Q.S. Al-Baqarah ayat 183, Beliau menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan diwajibkannya puasa bagi orang-orang beriman, mereka yang percaya dalam hati dan mengamalkan dengan seluruh anggota badan. Puasa melatih pengendalian diri: menahan makan, minum, serta perilaku yang tidak baik. Dalam konteks organisasi dan kehidupan akademik, refleksi iman tercermin dalam kesungguhan menjalankan peran dan tanggung jawab secara etis.

Beliau juga menyinggung dinamika penetapan awal Ramadhan melalui metode hisab dan rukyat sebagai refleksi bahwa perbedaan merupakan bagian dari khazanah keilmuan yang perlu disikapi dengan kedewasaan dan keluasan berpikir.

Ramadhan sebagai momentum turunnya Al-Qur’an (Q.S. Al-Baqarah ayat 185) serta ajakan untuk fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan, dinilai sangat relevan dalam kehidupan mahasiswa, termasuk yang aktif di berbagai Unit Kegiatan Kemahasiswaan seperti Forum Ukhuwah Tarumanagara (FUT), Dharmayana, POUT Oikumene, Adhayatmaka, dan Kong Hu Cu.

Ramadhan dan Etika Akademik Mahasiswa Psikologi

Salah satu poin penting seminar adalah keterkaitan antara puasa dan etika akademik. Puasa melatih kesadaran diri, pengelolaan dorongan, serta kejujuran, nilai yang sangat krusial dalam praktik akademik dan riset.

Mahasiswa psikologi diingatkan untuk menjunjung tinggi kejujuran ilmiah, termasuk dalam penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), dengan memahami batasan dan tanggung jawab etisnya. Prestasi tanpa etika akan kehilangan makna.

Disampaikan pula bahwa Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak. Akhlak bahkan ditempatkan di atas ilmu. Seseorang dapat berilmu namun belum tentu berakhlak, tetapi ketika akhlak menjadi fondasi, ilmu akan mengikuti dalam kebaikan.

Dalam konteks riset sosial, Ramadhan mengajarkan tanggung jawab dan ketakwaan. Ilmu tanpa kejujuran berpotensi melukai banyak pihak. Oleh karena itu, riset sosial dipahami sebagai ibadah ilmiah, bergerak dari empati menuju aksi, sebagaimana pesan dalam Q.S. Al-Ma’un. Empati tanpa tindakan hanya menjadi wacana moral. Peran psikolog sangat mulia dalam memberdayakan, memulihkan, dan menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.

Dekan juga membagikan refleksi menarik bahwa “pura-pura baik itu baik.” Motivasi eksternal yang dilakukan secara konsisten dapat bertransformasi menjadi motivasi internal. Senyum sebagai bentuk kebaikan sederhana adalah sedekah. Ramadhan menjadi ruang latihan membiasakan kebaikan hingga menjadi karakter.

Berbagi sebagai Implementasi Nilai Ramadhan

Semangat refleksi diwujudkan melalui sesi berbagi yang dipandu oleh Untung Subroto Darmawan, M.Psi., Psikolog, selaku Manajer Kemahasiswaan dan Alumni. Dalam sesi ini, disalurkan 80 amplop donasi yang secara simbolis diberikan kepada 20 perwakilan tenaga kebersihan, cleaning service, dan satpam di lingkungan Fakultas Psikologi Untar.

Dekan Fakultas Psikologi Untar menyerahkan donasi secara simbolis kepada perwakilan penerima. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebermanfaatan ilmu harus hadir secara konkret, terutama bagi mereka yang sering luput dari perhatian, namun memiliki kontribusi besar dalam kehidupan kampus sehari-hari.

Sambutan Wakil Rektor: Pendidikan Berkarakter sebagai Tujuan Bersama

Turut memberikan sambutan, Wakil Rektor Sri Tiatri, Ph.D., Psikolog. Dalam pesannya, beliau menegaskan bahwa universitas besar memiliki beragam peran dan tanggung jawab. Seluruh unsur di dalamnya perlu saling mendukung agar mahasiswa Untar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki budi pekerti luhur, memahami sopan santun, serta menggunakan ilmunya untuk kebaikan masyarakat dan bangsa.

Beliau menutup dengan penegasan bahwa tujuan seluruh sivitas akademika adalah sama: membentuk insan yang berilmu sekaligus berkarakter.

Kejutan Ulang Tahun dan Penutup Kebersamaan

Menjelang waktu berbuka, suasana semakin hangat dengan kejutan ulang tahun untuk Mas Untung yang bertepatan merayakan hari kelahirannya. Sosok yang dikenal berdedikasi, dekat dengan pimpinan maupun mahasiswa, serta mengabdi dengan penuh keikhlasan ini mendapatkan apresiasi dan doa dari seluruh hadirin. Kejutan tersebut menjadi simbol penghargaan atas kontribusi yang bermakna dan berdampak bagi komunitas Fakultas Psikologi Untar.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi Untar menegaskan komitmennya menjadikan Ramadhan sebagai momentum refleksi akademik: membentuk mahasiswa yang menjunjung tinggi etika, bertanggung jawab dalam riset, serta menghadirkan pengabdian nyata bagi masyarakat. Sebab pada akhirnya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

 

Berita Terbaru

Agenda Mendatang

 

20

November

Kunjungan Fakultas Psikologi UNJANI

22-29

November

International Student Mobility ke Edith Cowan University

1-2

Desember

Workshop OBE

1-5

Desember

Ujian Akhir Semester
Fakultas Psikologi, Jurusan Psikologi, Kuliah Psikologi, Sarjana Psikologi, Magister Psikologi, Jakarta, FPSI Untar, Universitas Tarumanagara