Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (F.Psi UNTAR) menerima kunjungan audiensi dari Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah DKI Jakarta (HIMPSI Jaya) dalam rangka penjajakan kolaborasi melalui program HIMPSI Jaya, Campus Connection, pada Selasa, 26 Mei 2026.
Audiensi dihadiri oleh Ketua HIMPSI Jaya, Dra. Josephine R. Marieta, M.Psi.T., Psikolog, bersama Muhammad Chalid, S.Psi., M.M., Psikolog selaku Wakil Ketua Bidang Pengembangan Kompetensi beserta jajaran pengurus HIMPSI Jaya. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan membahas berbagai tantangan dunia psikologi, khususnya kesiapan lulusan menghadapi dinamika dunia kerja, perkembangan teknologi, serta perubahan kebutuhan masyarakat.
Dalam diskusi disampaikan bahwa perubahan kurikulum dan hadirnya Artificial Intelligence (AI) membawa tantangan baru bagi lulusan psikologi. Dunia industri saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap praktik, memiliki keterampilan profesional, pengalaman lapangan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial dan teknologi.
HIMPSI Jaya juga menyoroti pentingnya perluasan lahan praktik bagi mahasiswa psikologi agar lebih siap menghadapi kebutuhan kerja nyata. Selain itu, mahasiswa dinilai perlu memahami peluang karier, pengembangan jejaring profesional, sertifikasi kompetensi, serta berbagai keterampilan tambahan yang mendukung kesiapan profesi.
Dekan Fakultas Psikologi UNTAR, Dr. P. Tommy Y. S. Suyasa, M.Si., Psikolog, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa mahasiswa saat ini memiliki kecemasan terkait peluang kerja setelah lulus. Pelatihan seperti penyusunan CV, wawancara kerja, dan pengembangan diri dinilai penting, namun tantangan yang lebih besar adalah terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia.
Karena itu, Dekan F.Psi UNTAR menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi untuk tidak hanya mempersiapkan mahasiswa mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan berbagai proyek sosial dan program pemberdayaan yang dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Berbagai isu sosial seperti kesehatan mental masyarakat, ketahanan komunitas, pemberdayaan sosial, hingga ketahanan pangan dipandang sebagai ruang kontribusi yang dapat dikembangkan bersama antara kampus dan organisasi profesi psikologi.
Usulan lain disampaikan oleh Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi, Dr. Naomi Soetikno, M.Pd., Psikolog. Selain pengembangan kompetensi teknis, audiensi juga membahas pentingnya penguatan pemahaman mahasiswa dan lulusan baru mengenai ruang lingkup profesi psikologi.
Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk kompetensi dasar lulusan, sementara organisasi profesi dapat mendukung proses transisi lulusan menuju dunia profesi secara lebih matang dan adaptif. Melalui kolaborasi bersama HIMPSI Jaya, diharapkan mahasiswa dan lulusan baru memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai etika profesi, pengembangan karier, dinamika praktik psikologi, serta tantangan profesi di era digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI).
Pendampingan dan edukasi profesi tersebut dinilai penting untuk membantu lulusan memahami identitas profesionalnya sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan masyarakat dan dunia kerja secara lebih realistis.
Dalam audiensi tersebut, usulan kolaborasi juga disampaikan oleh Debora Basaria, M.Psi., Psikolog selaku Sekretaris Program Studi Psikologi Jenjang Sarjana. Beliau menilai pentingnya pengembangan program pelatihan bersertifikasi bagi mahasiswa sebagai bentuk penguatan kompetensi praktis dan kesiapan profesional.
Program seperti Mental Health First Aid, keterampilan konseling dasar, coaching, asesmen sumber daya manusia, hingga pelatihan komunikasi psikologis dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Selain pengembangan kompetensi mahasiswa, peluang kerja sama penelitian juga menjadi salah satu pembahasan penting dalam audiensi. Manajer Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Psikologi UNTAR, Dr. Yohanes Budiarto, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap survei kesehatan mental berskala besar yang dilakukan HIMPSI Jaya dengan jumlah partisipan lebih dari 1.000 responden.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan kapasitas kolaborasi dan jejaring riset yang dimiliki HIMPSI Jaya. Fakultas Psikologi UNTAR pun menyambut baik kemungkinan kerja sama penelitian bersama, khususnya terkait isu sosial dan kesehatan mental masyarakat.
Ke depan, kerja sama penelitian diharapkan dapat berkembang tidak hanya dalam bentuk penelitian cross sectional, tetapi juga penelitian longitudinal yang memiliki dampak ilmiah dan sosial yang lebih kuat.
Selain itu, Manajer Kerja Sama dan Kehumasan F.Psi UNTAR, Rahmah Hastuti, M.Psi., Psikolog, juga mengusulkan penguatan link and match kurikulum dengan dunia profesi melalui keterlibatan praktisi HIMPSI Jaya sebagai dosen tamu maupun narasumber profesional dalam beberapa mata kuliah sesuai kebutuhan pembelajaran.
Melalui program Campus Connection, HIMPSI Jaya berharap dapat menjadi mitra strategis perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pengembangan kompetensi mahasiswa psikologi secara berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan kampus dan dunia kerja melalui berbagai bentuk kolaborasi seperti seminar, workshop, pelatihan bersertifikasi, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, hingga peluang praktik profesional.
Audiensi ini menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan organisasi profesi guna menciptakan lulusan psikologi yang adaptif, kompeten, memiliki kepedulian sosial, serta siap berkontribusi bagi masyarakat dan pengembangan profesi psikologi di masa depan.