Kuliah Umum Fakultas Psikologi UNTAR Hadirkan David Wongso: Membangun Kampus dan Dunia Kerja yang Sehat Mental dengan Dukungan AI

Jakarta, 9 Juni 2026. Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (FPsi UNTAR) menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Building Mentally Healthy Campus and Workplace: Psychologist Powered by AI” pada Selasa (9/6/2026) di Auditorium Timur, Graha Swara, Gedung M Lantai 8, Kampus I UNTAR. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 sampai dengan 11.00 WIB ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Psikologi, khususnya peserta Mata Kuliah Psikologi Kognitif dan Teknologi Informasi.

Kuliah umum menghadirkan David Wongso, S.Psi., M.M., MBA, Psikolog, seorang psikolog, praktisi transformasi sumber daya manusia (HR Transformation), pakar kepemimpinan dan budaya organisasi, serta mantan anggota Board of Directors perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX). Dengan pengalaman lebih dari 32 tahun di bidang pengembangan organisasi dan bisnis di kawasan ASEAN dan Australia, David kini berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk kesehatan mental, pengembangan bisnis, dan transformasi organisasi.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor Prof. Dr. Amad Sudiro, Wakil Rektor Bidang Akademik Sri Tiatri, Ph.D., Psikolog, perwakilan Yayasan Tarumanagara Vedrych J. Kusnanto, Dekan Fakultas Psikologi UNTAR Dr. P. Tommy Y. S. Suyasa, M.Si., Psikolog, serta dosen pengampu mata kuliah, Dr. Meiske Y. Suparman, M.Psi., Psikolog. Acara dipandu oleh dua mahasiswa Fakultas Psikologi UNTAR yang bertindak sebagai master of ceremony (MC).

Komitmen UNTAR terhadap Kesehatan Mental dan Inovasi

Dalam sambutannya, pimpinan UNTAR menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi tantangan kesehatan mental yang semakin kompleks di era digital. Selain penguasaan ilmu psikologi, mahasiswa juga didorong untuk memahami perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI yang dapat mendukung layanan psikologi secara lebih luas dan efektif.

 

Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Psikologi UNTAR untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai integrasi psikologi, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
AI sebagai Mitra dalam Membangun Ekosistem Kesehatan Mental

Dalam paparannya, David Wongso menyoroti bahwa isu kesehatan mental, perundungan (bullying), dan risiko digital saat ini telah menjadi tantangan sistemik yang memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi. Berdasarkan berbagai data yang dipaparkan, tingginya angka perundungan, cyberbullying, serta meningkatnya tekanan psikologis pada pelajar dan mahasiswa menunjukkan perlunya sistem deteksi dini dan dukungan yang lebih komprehensif.

David Wongso memperkenalkan konsep Indonesia Safe School Initiative (ISSI), sebuah inisiatif yang bertujuan membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan suportif melalui kombinasi penguatan budaya sekolah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, asesmen dini, sistem rujukan, serta pemanfaatan teknologi berbasis AI.

Menurutnya, kecerdasan buatan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran psikolog, melainkan menjadi alat bantu dalam proses monitoring kesejahteraan psikologis, deteksi risiko, dan pengambilan keputusan berbasis data. Oleh karena itu, prinsip human-in-the-loop tetap menjadi landasan utama dalam penerapan teknologi AI di bidang kesehatan mental.

Masa Depan Psikolog di Era Transformasi Digital

Salah satu pesan penting yang disampaikan David kepada mahasiswa adalah perlunya memperluas peran psikolog di masa depan. Menurutnya, psikolog tidak hanya berperan sebagai asesor, konselor, atau praktisi intervensi individual, tetapi juga dapat berkembang menjadi mitra strategis organisasi, pemimpin transformasi SDM, hingga Chief Human Resources Officer (CHRO).

Ia menekankan bahwa psikolog masa depan perlu mengintegrasikan pemahaman perilaku manusia dengan wawasan bisnis, kemampuan implementasi, inovasi teknologi, serta pemanfaatan AI untuk menghasilkan dampak yang lebih luas bagi individu, organisasi, dan masyarakat.

David juga mengajak mahasiswa untuk melihat kesehatan mental dari perspektif yang lebih preventif. Menurutnya, kesehatan yang optimal tidak hanya ditentukan oleh layanan kesehatan kuratif, tetapi juga oleh desain lingkungan, kebijakan organisasi, budaya kerja, dan perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, organisasi perlu berinvestasi pada strategi promotif dan preventif guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Antusiasme Mahasiswa dalam Sesi Diskusi

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi AI dalam praktik psikologi, peluang karier psikolog di era digital, serta tantangan etika dalam penggunaan teknologi untuk layanan kesehatan mental.

Diskusi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman langsung dari praktisi yang memiliki pengalaman luas dalam bidang psikologi industri dan organisasi, transformasi bisnis, serta inovasi teknologi.

Penyerahan Sertifikat dan Harapan Kolaborasi

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan berbagi pengalaman kepada sivitas akademika UNTAR, acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada David Wongso, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Fakultas Psikologi UNTAR berharap mahasiswa semakin siap menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana untuk mendukung kesehatan mental, kesejahteraan individu, dan kemajuan organisasi di masa depan.

Penulis: Humas Fakultas Psikologi UNTAR
Foto: Dokumentasi Fakultas Psikologi UNTAR (Debby)

Berita Terbaru

Agenda Mendatang

 

20

November

Kunjungan Fakultas Psikologi UNJANI

22-29

November

International Student Mobility ke Edith Cowan University

1-2

Desember

Workshop OBE

1-5

Desember

Ujian Akhir Semester
Fakultas Psikologi, Jurusan Psikologi, Kuliah Psikologi, Sarjana Psikologi, Magister Psikologi, Jakarta, FPSI Untar, Universitas Tarumanagara