Jakarta, 12 Agustus 2026

Program Magister Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (UNTAR) menyambut 34 mahasiswa baru melalui kegiatan penyambutan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting, Rabu (12/8). Para mahasiswa baru akan menempuh pendidikan dengan tiga pilihan peminatan, yaitu Psikologi Keluarga, Psikologi Pendidikan, serta Psikologi Industri dan Organisasi.
Kegiatan yang berlangsung dalam dua sesi, pukul 16.20–18.00 WIB dan dilanjutkan pukul 19.00–21.00 WIB, menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, sivitas akademika, sistem pendidikan, serta perspektif keilmuan yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan magister.
Menjadi Bagian dari Komunitas Akademik Fakultas Psikologi UNTAR
Kegiatan dipandu oleh Debora Basaria, M.Psi., Psikolog, yang mengawali acara dengan memperkenalkan rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru.
Dekan Fakultas Psikologi UNTAR, Dr. P. Tommy Y. S. Suyasa, M.Si., Psikolog, menyampaikan sambutan sekaligus memperkenalkan visi, misi, dan nilai-nilai Fakultas Psikologi UNTAR kepada mahasiswa baru.
Dalam paparannya, Dr. P. Tommy Y. S. Suyasa, M.Si., Psikolog menjelaskan bahwa visi Fakultas Psikologi UNTAR berlandaskan nilai EPIC, yaitu Entrepreneur, Professionalism, Integrity, dan Caring Community.
Nilai Entrepreneur tercermin melalui kemampuan mengidentifikasi masalah dan kebutuhan di lingkungan sekitar serta mengupayakan solusi. Permasalahan perilaku yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi peluang untuk belajar dan melakukan penelitian.
Sementara itu, Professionalism diwujudkan melalui upaya menghasilkan solusi yang berbasis riset dan pendekatan ilmiah. Integrity menekankan pentingnya menjunjung etika sebagai akademisi, sedangkan Caring Community dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan terdekat, termasuk membangun relasi dengan teman sekelas dan sesama mahasiswa dalam bidang peminatan.
Dr. P. Tommy Y. S. Suyasa, M.Si., Psikolog juga menyampaikan apresiasi atas diterimanya 34 mahasiswa baru, yang merupakan jumlah mahasiswa terbanyak yang diterima di Program Magister Psikologi.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Fakultas Psikologi UNTAR menjalankan misi yang merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu menyelenggarakan pendidikan psikologi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan beretika; melaksanakan penelitian yang dipublikasikan secara nasional maupun internasional; meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui pengabdian kepada masyarakat atau penerapan ilmu psikologi; serta membangun jejaring kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai institusi, baik di dalam maupun luar negeri.
Dekan F.Psi UNTAR juga mengingatkan bahwa pembelajaran psikologi tidak berhenti pada penguasaan konsep. Pengetahuan yang diperoleh perlu direfleksikan dan diterapkan dalam kehidupan. Pemahaman mengenai stabilitas emosi maupun happiness, misalnya, diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan pribadi maupun dalam interaksi dengan orang lain dan masyarakat.
Di akhir sambutannya, Dr. P. Tommy Y. S. Suyasa, M.Si., Psikolog menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Psikologi UNTAR.
Psikologi imu yang Memberikan Manfaat bagi Kehidupan
Pesan penyambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Monty P. Satiadarma, MS/AT, MFCC, DCH, Psikolog. Mengawali sambutannya dengan kata “Welcome”, Dr. Monty menyampaikan harapan agar ilmu yang diperoleh mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Dr. Monty menekankan pentingnya penelitian dalam pendidikan tinggi. Mahasiswa Program Magister Psikologi diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengembangkan keterampilan penelitian sebagai bagian penting dari pengembangan keilmuan psikologi.
Hasil penelitian dalam bentuk tesis nantinya akan dipertanggungjawabkan secara akademik di hadapan penguji. Karena itu, mahasiswa perlu mempertimbangkan masa studi dengan baik dan memiliki langkah antisipatif untuk menyelesaikan pendidikan dalam waktu yang telah ditentukan.
Lebih jauh, Dr. Monty P. Satiadarma, MS/AT, MFCC, DCH, Psikolog mengingatkan agar karya akademik mahasiswa tidak berhenti sebagai pemenuhan persyaratan kelulusan. Karya tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan sekaligus manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat dan praktik di bidang masing-masing.
Dengan demikian, pendidikan magister diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kepakaran yang semakin berkembang, tetapi juga akademisi yang mampu menghasilkan karya yang bermakna dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan masyarakat.
Mempersiapkan Studi Magister dan Luaran Akademik
Kaprodi Magister Psikologi, Dr. Fransisca Iriani Roesmala Dewi, M.Si, memberikan gambaran mengenai proses pendidikan yang akan dijalani mahasiswa. Program Magister Psikologi UNTAR telah terakreditasi Unggul, dengan beban studi sebanyak 42 SKS yang ditempuh dalam tiga semester sesuai dengan ketentuan KKNI Level 8.
Dr. Fransisca Iriani Roesmala Dewi, M.Si, mengingatkan mahasiswa untuk mampu mengelola waktu secara efektif, khususnya karena sebagian besar mahasiswa baru telah bekerja. Kemampuan menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan studi menjadi salah satu kunci penting untuk menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Dalam proses pendidikan, mahasiswa juga dipersyaratkan menghasilkan luaran penelitian yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah minimal Sinta 3 atau jurnal internasional. Selain itu, karya penelitian diharapkan dapat diimplementasikan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Hasil telaah penelitian juga diharapkan dapat dibagikan dan dimanfaatkan dalam komunitas masing-masing dengan semangat nilai EPIC, khususnya pada semester ketiga.
Mengenal Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Tiga Peminatan
Kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan dosen dan tenaga administrasi pendidikan yang akan mendampingi mahasiswa selama menjalani proses pendidikan di Program Magister Psikologi.
Mahasiswa diperkenalkan dengan dosen pengampu dan pembimbing yang memiliki berbagai latar belakang serta kepakaran dalam bidang psikologi. Mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai tenaga kependidikan yang akan mendukung kebutuhan akademik dan administratif selama masa studi.
Sebanyak 34 mahasiswa baru akan mengembangkan kompetensi melalui tiga pilihan peminatan. Sebanyak 11 mahasiswa memilih Psikologi Keluarga, 8 mahasiswa memilih Psikologi Pendidikan, dan 15 mahasiswa memilih Psikologi Industri dan Organisasi.
Ketiga peminatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam kajian sesuai dengan minat dan bidang yang ingin dikembangkan, sekaligus menghubungkan ilmu psikologi dengan berbagai persoalan dalam keluarga, pendidikan, organisasi, dan masyarakat.
“No Regret”: Belajar dari Pengalaman Alumni
Semangat untuk menjalani pendidikan magister juga disampaikan oleh Thenisia Warinta, M.Psi., alumni Program Magister Psikologi yang saat ini berprofesi sebagai ASN di Provinsi Jambi.
Dalam testimoninya, Thenisia berbagi pengalaman mengenai proses menjalani pendidikan magister sambil bekerja. Menurutnya, perjalanan tersebut membutuhkan kesungguhan, ketekunan, dan kemampuan mengelola waktu. Ada kalanya tuntutan pekerjaan dan tugas perkuliahan membuat mahasiswa harus belajar hingga larut malam. Namun, berbagai tantangan tersebut pada akhirnya dinilai sepadan dengan manfaat yang diperoleh.
Thenisia juga menekankan pentingnya memperoleh dukungan dari lingkungan kerja ketika seseorang memutuskan melanjutkan pendidikan. Bagi mahasiswa yang menjalani kuliah sambil bekerja, komunikasi dengan atasan mengenai kebutuhan pengembangan diri menjadi salah satu hal yang perlu dibangun sejak awal.
Selain dukungan, niat dan komitmen menjadi bekal penting untuk menjaga konsistensi hingga akhir masa studi. Keinginan untuk terus belajar perlu dipertahankan, termasuk ketika menghadapi tuntutan akademik pada semester-semester berikutnya.
Pengalaman tersebut memberikan keyakinan bagi Thenisia bahwa menjalani pendidikan Magister Psikologi merupakan pilihan yang layak diperjuangkan.
Selain memperoleh pengetahuan, proses pendidikan juga memberikan kesempatan untuk membangun relasi, memperluas wawasan, dan mengembangkan diri.
Bagi Thenisia, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan Magister Psikologi tidak hanya bermanfaat untuk pekerjaan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, rumah tangga, dan masyarakat. Ia juga mendorong mahasiswa baru untuk tidak ragu bertanya dan berdiskusi dengan para dosen selama menjalani proses pendidikan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan magister mungkin menghadirkan tantangan, tetapi dengan niat, dukungan, pengelolaan waktu, dan kemauan untuk terus belajar, proses tersebut dapat memberikan pengalaman yang bernilai.
Menjalani Kuliah Sambil Bekerja: Dukungan, Niat, dan Komitmen
Pesan inspiratif lainnya disampaikan oleh Allychia Nanalingdita Thea Putri, M.Psi., alumni Program Magister Psikologi yang saat ini berkarier sebagai Talent Acquisition di salah satu perusahaan.
Allychia berbagi pengalaman mengenai tantangan menjalani pendidikan magister sambil tetap bekerja. Menurutnya, salah satu hal penting yang perlu dipersiapkan adalah dukungan dari atasan dan lingkungan kerja. Ketika memutuskan untuk melanjutkan pendidikan sebagai bagian dari pengembangan diri, mahasiswa perlu mengomunikasikan hal tersebut kepada atasan agar memperoleh dukungan yang diperlukan selama menjalani studi.
Selain dukungan, niat dan komitmen menjadi modal penting untuk menyelesaikan pendidikan. Keputusan untuk mendalami ilmu psikologi perlu disertai dengan kesungguhan untuk menjalaninya hingga akhir masa studi.
Menjalani kuliah sambil bekerja tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Allychia mengakui bahwa dalam beberapa kesempatan ia masih harus menyelesaikan tugas perkuliahan hingga pukul 23.00 bahkan tengah malam. Namun, berbagai tantangan tersebut menurutnya tetap memberikan pengalaman yang berharga.
Bagi Allychia, proses pendidikan tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga membuka kesempatan untuk belajar, memperluas wawasan, dan membangun relasi dengan teman-teman. Berbagai pengalaman tersebut membuat perjuangan selama menjalani studi terasa sepadan.
Ia juga mengingatkan mahasiswa baru untuk tidak ragu bertanya dan berdiskusi dengan dosen. Interaksi dengan dosen menjadi bagian penting dalam proses belajar dan dapat membantu mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam selama menjalani pendidikan.
Pesan Allychia menjadi penguat bagi mahasiswa baru bahwa menjalani pendidikan magister sambil bekerja memang membutuhkan kemampuan mengelola waktu, dukungan, serta komitmen yang kuat. Namun, ketika dijalani dengan niat yang jelas dan kemauan untuk terus belajar, proses tersebut dapat menjadi pengalaman yang berharga bagi pengembangan diri dan karier.
Kuliah Umum “Psychological Perspectives/Approaches”
Memasuki sesi kedua, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum bertajuk “Psychological Perspectives/Approaches” yang disampaikan oleh Dr. Monty P. Satiadarma, MS/AT, MFCC, DCH, Psikolog, yang dilaksanakan pasca ishoma.
Kuliah umum memberikan pengantar mengenai pentingnya memahami berbagai perspektif dan pendekatan dalam psikologi.
Bagi mahasiswa program magister, kemampuan melihat fenomena dari berbagai perspektif merupakan fondasi penting dalam mengembangkan pemikiran kritis dan analitis.
Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep dan teori, tetapi juga perlu mampu melihat suatu fenomena dari berbagai sudut pandang, mempertanyakan asumsi yang digunakan, serta menghubungkan pengetahuan psikologi dengan persoalan nyata yang berkembang di masyarakat.
Perspektif tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa yang akan mengembangkan kajian pada bidang Psikologi Keluarga, Psikologi Pendidikan, maupun Psikologi Industri dan Organisasi.
Mengawali Perjalanan Akademik dengan Semangat EPIC
Kegiatan penyambutan mahasiswa baru menjadi langkah awal bagi 34 mahasiswa untuk memasuki lingkungan akademik Program Magister Psikologi Fakultas Psikologi UNTAR.
Memasuki pendidikan magister menuntut mahasiswa untuk semakin mandiri dalam belajar, memperluas kemampuan membaca dan mengkritisi literatur ilmiah, aktif berdiskusi, serta mengembangkan kemampuan penelitian dan berpikir berbasis bukti.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru tidak hanya memperoleh informasi mengenai program studi, tetapi juga diajak memahami identitas sebagai bagian dari komunitas akademik Fakultas Psikologi UNTAR.
Dengan beragam latar belakang dan pilihan peminatan, kehadiran 34 mahasiswa baru diharapkan dapat memperkaya dinamika akademik, membuka ruang kolaborasi, dan memperluas pertukaran gagasan antara mahasiswa dan dosen.
Selamat datang dan selamat bergabung kepada 34 mahasiswa baru Program Magister Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara.
Selamat memulai perjalanan akademik, mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, menghasilkan karya yang bermanfaat, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu psikologi serta masyarakat.



