Mengkaji Keterlibatan Siswa SMK dalam Pemanfaatan Teknologi yang Mendorong Motivasi Belajar dalam Forum Diskusi Ilmiah

Telah dilaksanakan Forum Diskusi Ilmiah (FDI) dengan mahasiswa S2 Universitas Tarumanagara (UNTAR) sebagai partisipan pada Jumat, 27 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 19.00–21.00 WIB melalui aplikasi Zoom Meeting. FDI kali ini mengusung tema “Membangun Keterlibatan Akademik Siswa Melalui Penguatan Efikasi Diri Teknologi dan Motivasi Belajar” dengan menghadirkan narasumber Ibu Asrianti Clara Agnestiara, S.Psi., M.Psi. dan Ibu Dr. Fransisca Iriani Roesmala Dewi, M.Si.

Kegiatan FDI diawali dengan pembukaan oleh Bapak Dr. Raja Oloan Tumanggor, S.Ag. selaku moderator. Beliau menyampaikan pengantar mengenai tujuan serta pentingnya topik yang akan dibahas, khususnya terkait keterlibatan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam pemanfaatan teknologi serta keterlibatannya dalam pembelajaran. Pembukaan ini menjadi awal dari rangkaian diskusi yang diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para peserta. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pengenalan singkat mengenai profil akademik narasumber. Memasuki sesi inti, narasumber memulai presentasi materi sesuai dengan tema FDI.

Pada sesi presentasi, Ibu Asrianti menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari fenomena yang umum terjadi di lingkungan SMK. Meskipun sebagian besar siswa telah memiliki akses dan terbiasa menggunakan teknologi, seperti internet dan komputer dalam kehidupan sehari-hari, tetapi hal tersebut tidak selalu sejalan dengan konteks pembelajaran. Faktanya, tidak semua siswa menunjukkan keterlibatan akademik yang optimal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkaji peran efikasi diri teknologi dan motivasi belajar dalam meningkatkan keterlibatan akademik siswa.

Efikasi diri teknologi berkaitan dengan keyakinan siswa terhadap kemampuannya dalam menggunakan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran. Konsep ini merujuk pada teori Albert Bandura mengenai keyakinan individu yang akan memengaruhi sejauh mana perilaku dan akan berdampak pada performa belajar seseorang. Artinya, siswa memiliki akses terhadap teknologi, tetapi tidak memiliki keyakinan dalam menggunakannya, hal ini berdampak pada keterlibatan dalam pembelajaran yang akan cenderung kurang optimal. Selain efikasi diri teknologi, peran motivasi juga tidak kalah krusial. Motivasi belajar merupakan dorongan baik internal maupun eksternal yang memengaruhi bagaimana siswa dapat terlibat dalam proses belajar.

Penelitian yang dilakukan Ibu Clara dan Ibu Fransisca mengkaji hubungan antara efikasi diri teknologi, motivasi belajar, dan keterlibatan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 260 siswa SMK Negeri 1 Jakarta di bidang teknologi yang dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri teknologi berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan akademik, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi belajar sebagai mediator. Hal ini menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran perlu didukung oleh aspek psikologis siswa, khususnya kepercayaan diri dan motivasi belajar.

Di penghujung acara, sesi tanya jawab berlangsung dengan cukup interaktif dan menghadirkan berbagai pertanyaan menarik. Salah satunya disampaikan oleh Raissa Jesse Angelica S., yaitu apakah penelitian ini memungkinkan untuk dilakukan pada jenjang SMA, tidak hanya SMK. Ia juga menanyakan mengenai apa latar belakang dari pemilihan rentang usia 15–18 tahun sebagai subjek penelitian, mengingat pada usia tersebut terdapat kemungkinan perbedaan dalam motivasi belajar yang dapat mempengaruhi hasil penelitian.

Menanggapi hal tersebut, Ibu Asrianti menjelaskan bahwa pemilihan partisipan didasarkan pada karakteristik siswa SMK yang berada pada fase remaja akhir dan memiliki fokus belajar yang lebih spesifik pada keterampilan praktis serta penggunaan teknologi. Oleh karena itu, SMK, khususnya jurusan teknologi dipandang lebih relevan dibandingkan SMA. Sementara itu, rentang usia 15–18 tahun ditentukan sebagai konsekuensi dari karakteristik partisipasi sehingga penekanan penelitian tetap berfokus pada tujuan dan konteks. Senada dengan hal tersebut, Ibu Fransisca juga menekankan bahwa untuk menentukan partisipan dilihat dari tujuan penelitian, bukan sekadar faktor usia.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada kedua narasumber secara digital sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pemaparan yang telah disampaikan. Penyerahan sertifikat ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian forum diskusi ilmiah yang telah berlangsung dengan interaktif dan memberikan wawasan bagi para peserta.

Oleh: Chalisa Azahrah dan Allycia Stevani

Berita Terbaru

Agenda Mendatang

 

20

November

Kunjungan Fakultas Psikologi UNJANI

22-29

November

International Student Mobility ke Edith Cowan University

1-2

Desember

Workshop OBE

1-5

Desember

Ujian Akhir Semester
Fakultas Psikologi, Jurusan Psikologi, Kuliah Psikologi, Sarjana Psikologi, Magister Psikologi, Jakarta, FPSI Untar, Universitas Tarumanagara