Jakarta. Senin, 27 Juli 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi 46 mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (UNTAR). Setelah menyelesaikan seluruh persyaratan akademik, para mahasiswa resmi mengikuti Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, yang diselenggarakan di Smart Classroom K.306, Gedung K Lantai 3, Kampus I UNTAR.
Yudisium bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga menjadi momentum refleksi, ungkapan syukur, serta awal perjalanan baru dalam mengabdikan ilmu psikologi bagi masyarakat.
Acara dihadiri oleh Dekan Fakultas Psikologi UNTAR, Dr. P. Tommy Y. S. Suyasa, M.Si., Psikolog, Kepala Program Studi Sarjana, Dr. Zamralita, M.M., Psikolog, Sekretaris Program Studi Sarjana, Debora Basaria Yulianti, M.Psi., Psikolog, serta Sekretaris Program Studi Magister dan Pendidikan Profesi Psikologi, Roswiyani, Ph.D., Psikolog dan Koordinator Kemahasiswaan, Untung Subroto, M.Psi., Psikolog
Turut hadir pula dosen, tenaga kependidikan, serta Koordinator Mata Kuliah Skripsi Semester Genap 2026/2027, Rahmah Hastuti, M.Psi., Psikolog. Hadir pula tenaga kependidikan yang mendukung terselenggaranya kegiatan, yaitu Dadang Rumardi, Jane Margaretha, S.Psi., Philomena, S.Psi., dan Patrick Nugroho Nicktow, M.Psi.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta sejak pukul 09.00 WIB. Selama proses registrasi, para lulusan disuguhi tayangan dokumentasi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UNTAR. Tayangan multimedia dipersiapkan oleh Patrick Nugroho Nicktow dan Philomena, sementara proses registrasi dikoordinasikan oleh Dadang Rumardi dan Jane Margaretha.
Acara resmi dibuka pada pukul 09.50 WIB oleh Debora Basaria Yulianti selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Universitas Tarumanagara, dan Mars Psikologi Universitas Tarumanagara.
Dalam laporan akademiknya, Dr. Zamralita menyampaikan bahwa berdasarkan hasil rapat penetapan kelulusan dan pemenuhan seluruh persyaratan akademik sesuai Kurikulum Operasional Program Studi, sebanyak 46 mahasiswa dinyatakan lulus. Para lulusan telah menyelesaikan 144 SKS, memenuhi persyaratan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) sebesar 150 poin, serta menyelesaikan kewajiban administrasi, termasuk bebas pustaka.
Ke-46 lulusan tersebut terdiri atas *
3 mahasiswa angkatan 2019, 2 mahasiswa angkatan 2020, 8 mahasiswa angkatan 2021, dan 33 mahasiswa angkatan 2022.
Suasana khidmat semakin terasa ketika para lulusan, yang mengenakan jaket almamater marun, kemeja putih, serta bawahan hitam, mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias.
Dalam sambutannya, Dr. P. Tommy Y. S. Suyasa menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan sekaligus memberikan pesan yang sarat makna mengenai pentingnya rasa syukur dan penguasaan teori psikologi sebagai bekal menghadapi dunia profesional.
Beliau mengawali pesannya dengan mengisahkan lagu “Amazing Grace”, lagu yang sarat makna dan harapan. Kisah penciptanya, John Newton
*, menjadi pengingat bahwa perubahan hidup selalu dimungkinkan ketika seseorang memiliki keberanian untuk memperbaiki diri.
Mengaitkan kisah tersebut dengan perjalanan para lulusan, Dr. Tommy mengajak mahasiswa untuk senantiasa bersyukur atas setiap proses yang telah dilalui. Menurutnya, rasa syukur dapat dipahami melalui Cognitive Appraisal Theory, yaitu bagaimana seseorang memaknai pengalaman hidupnya. Peristiwa yang sama dapat menghasilkan respons yang berbeda, bergantung pada cara seseorang mempersepsikannya.
Beliau juga mengingatkan agar lulusan tidak melupakan teori-teori psikologi yang telah dipelajari selama kuliah. Menurutnya, penguasaan teori merupakan fondasi penting ketika melanjutkan studi maupun memasuki dunia kerja.
Mengutip teori Barbara Fredrickson, mengenai emosi positif, Dr. Tommy menjelaskan bahwa rasa syukur mampu membangun kreativitas, memperluas cara berpikir, serta meningkatkan produktivitas. Sebaliknya, emosi negatif cenderung membatasi potensi seseorang.
“Jangan takut merasa puas terhadap pencapaian hari ini. Apresiasilah diri sendiri atas perjuangan yang telah dilakukan,” pesannya kepada para lulusan.
Beliau juga mendorong para alumni agar tetap terbuka terhadap berbagai peluang karier, tidak terpaku pada satu jenis pekerjaan, serta terus menjaga hubungan dengan almamater.
Sebagai contoh, Dr. Tommy mengapresiasi salah seorang lulusan, Ariany Zahra, yang saat ini berprofesi sebagai personal trainer sekaligus atlet binaraga. Menurutnya, ilmu psikologi tetap memberikan manfaat dalam profesinya karena banyak klien yang datang bukan hanya untuk meningkatkan kebugaran, tetapi juga mencari dukungan dalam menghadapi persoalan psikologis.
Setelah sambutan Dekan, acara dilanjutkan dengan penayangan video nama-nama lulusan dan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan akademik yang telah ditempuh.
Mewakili para lulusan, Josevanie Looraine Allestra menyampaikan kesan dan pesan selama menjalani pendidikan di Fakultas Psikologi UNTAR. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa psikologi tidak hanya mengajarkan cara memahami perilaku orang lain, tetapi juga mengajarkan bagaimana mengenali diri sendiri dan menghargai proses kehidupan setiap individu.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas lingkungan belajar yang suportif serta dedikasi para dosen yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan pengalaman hidup yang berharga.
Suasana semakin hangat ketika Untung Subroto, mewakili Koordinator Kemahasiswaan, menyampaikan pesan kepada para lulusan. Dengan gaya khas yang penuh humor, ia mengatakan bahwa dirinya pernah menyambut mahasiswa ketika pertama kali memasuki Fakultas Psikologi, sehingga merasa tepat pula menjadi bagian dari momen pelepasan mereka.
Mas Untung mengajak para alumni untuk selalu mengingat tiga kata sederhana yang memiliki makna mendalam, yaitu maaf, terima kasih, dan tolong.
Ia menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan pelayanan selama mahasiswa menempuh studi. Selanjutnya, ia mengajak para lulusan untuk senantiasa mengucapkan terima kasih, tidak hanya kepada Tuhan, orang tua, dosen, dan almamater, tetapi juga kepada diri sendiri yang telah berjuang hingga mencapai titik ini.
Sebagai penutup, ia menitipkan pesan agar para alumni terus menjaga nama baik Fakultas Psikologi UNTAR, tetap menjalin hubungan dengan almamater, serta berpartisipasi dalam pengisian Tracer Study sebagai bagian dari kontribusi bagi pengembangan institusi.
Pada kesempatan tersebut, Mas Untung juga menyerahkan buket bunga kepada Josevanie Looraine Allestra sebagai bentuk apresiasi atas perannya mewakili para lulusan.
Sebagai bekal memasuki dunia profesional, para lulusan mengikuti sesi Sosialisasi Tracer Study dan UNTAR Career yang disampaikan oleh Widya Risnawaty, Manajer Layanan Karier dan Alumni UNTAR. Melalui sesi ini, para alumni diperkenalkan kembali pada layanan pengembangan karier serta pentingnya partisipasi dalam tracer study sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi berbagai jenjang studi lanjutan di Fakultas Psikologi UNTAR. Informasi mengenai Program Studi Magister Psikologi disampaikan oleh Roswiyani, Ph.D., Psikolog, sedangkan informasi mengenai Program Studi Sarjana Psikologi disampaikan oleh Dadang Rumardi.
Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal pengabdian baru bagi para lulusan. Lebih dari sekadar seremoni kelulusan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa ilmu psikologi tidak hanya dipelajari untuk memahami manusia, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa syukur, membangun emosi positif, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan dan masyarakat.






