Fakultas Psikologi UNTAR Berbagi Pengalaman Pengelolaan Pendidikan Profesi Psikolog kepada Universitas Bunda Mulia

Jakarta, 13 Oktober 2026 – Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (F.Psi. UNTAR) menerima kunjungan akademik dari Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam rangka *benchmarking* dan diskusi mengenai persiapan pembukaan serta pengelolaan Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog. Pertemuan berlangsung di Kampus I Universitas Tarumanagara, Gedung R, Lantai 3, Ruang R.303, pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kedua institusi untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan profesi, serta memperkuat jejaring kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi psikologi.

Memperkuat Sinergi dalam Pengembangan Pendidikan Profesi Psikolog

Rombongan Universitas Bunda Mulia dipimpin oleh jajaran Fakultas Humaniora dan Tim Persiapan Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog. Delegasi yang hadir antara lain Dr. Ririn Breliastiti, S.E., M.M., CSRS, selaku Wakil Bidang Akademik; Devi Jatmika, S.Psi., M.M.P., selaku Ketua Tim Pembukaan Program Profesi; Nindya Putri Aprodita, M.Psi., Psikolog, selaku Ketua Program Studi Psikologi; serta sejumlah dosen dan anggota tim persiapan pembukaan program profesi, yaitu Kornelia Erista Setiyanti, M.Psi., Psikolog; Putu Aninditha Veera Lakshmi, M.Psi., Psikolog; Dr. Shanty Sudarji, M.Psi., Psikolog; Dr. Patricia Robin, S.I.Kom., M.I.Kom.; Sherly Everlyn, S.Ds.; Mutiara Mirah Yunita, M.Psi., Psikolog; dan Lidia Kastanya, S.Psi., M.Psi.

Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa Program Studi Psikologi UBM berada di bawah Fakultas Humaniora, dengan penyelenggaraan kegiatan akademik di Kampus Ancol dan Serpong. Kunjungan ini dilatarbelakangi oleh keinginan UBM untuk mempelajari pengalaman UNTAR dalam mempersiapkan, membuka, dan mengelola Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog.

Dari pihak F.Psi. UNTAR, kegiatan dihadiri oleh Dr. P. Tommy Y. S. Suyasa, Psikolog, selaku Dekan; Dr. Naomi Soetikno, M.Pd., Psikolog, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog; Roswiyani, Ph.D., Psikolog, selaku Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog; serta Virgie Nathania, S.Psi., selaku Senior Staff Sub-Bagian Akademik / Sekretariat Program Studi.

Pertemuan diawali dengan pembukaan dan perkenalan yang dipandu oleh Roswiyani, Ph.D., Psikolog, dilanjutkan dengan pemaparan mengenai penyelenggaraan pendidikan profesi psikolog di UNTAR.

Berbagi Filosofi, Kurikulum, dan Pengalaman Pengelolaan Pendidikan Profesi

Dalam sesi pemaparan, Dr. Naomi Soetikno, M.Pd., Psikolog, didampingi oleh Virgie Nathania, S.Psi., menjelaskan filosofi, visi, misi, struktur kurikulum, serta mekanisme penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog UNTAR.

Program pendidikan profesi di UNTAR dirancang dengan beban studi 38 SKS, yang mencakup tahap persiapan profesi dan pembelajaran praktik profesi pada berbagai latar layanan psikologi. Tahap awal memberikan penguatan pemahaman mengenai asesmen, penyusunan laporan psikologis, intervensi, dan penanganan kasus. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti praktik layanan psikologi profesi pada semester kedua dan ketiga.

Penyelenggaraan pendidikan profesi tersebut juga diarahkan untuk mengintegrasikan kajian penelitian dengan praktik layanan psikologi bagi individu, kelompok, organisasi, dan masyarakat. Pengembangan pembelajaran turut memperhatikan pendekatan Psikologi Keluarga, Seni, dan Digital, serta nilai-nilai EPIC (*Entrepreneurship, Professionalism, Integrity, and Caring Community*) yang menjadi landasan pengembangan pendidikan di UNTAR.

Salah satu topik penting yang dibahas adalah pengelolaan *Layanan Praktik Psikologi Profesi Psikolog Umum (LP3U)*. Dalam pelaksanaannya, Program Studi terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan calon mitra tempat praktik, menyusun kesepakatan kerja sama melalui *Implementation Agreement* (IA), mempersiapkan penempatan mahasiswa, serta melakukan evaluasi bersama mitra untuk memastikan kompetensi tercapai.

Mahasiswa menjalani praktik pada berbagai latar layanan dengan target penyelesaian kasus dan pemenuhan jam praktik yang telah ditetapkan. Dalam satu periode praktik selama delapan minggu, mahasiswa memperoleh supervisi secara berkala, sekurang-kurangnya delapan kali pertemuan, sesuai dengan kesepakatan yang dituangkan dalam dokumen persetujuan supervisi.

Diskusi Interaktif tentang Tantangan Penyelenggaraan Pendidikan Profesi

Sesi diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan dari delegasi UBM mengenai aspek akademik, pengelolaan mahasiswa, kompetensi dosen, supervisi, kemitraan, hingga evaluasi pembelajaran.

Salah satu topik yang mendapat perhatian adalah **keragaman kompetensi awal mahasiswa** yang berasal dari berbagai perguruan tinggi. Dr. Naomi menjelaskan bahwa lulusan Sarjana Psikologi dapat memiliki pengalaman pembelajaran psikodiagnostik dan penggunaan alat asesmen yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tahap persiapan profesi menjadi penting untuk membangun pemahaman dan kesiapan yang sama pada mahasiswa sebelum memasuki praktik profesional.

Hal menarik lainnya adalah perhatian terhadap **kesejahteraan psikologis mahasiswa selama menjalani pendidikan profesi**. Program Studi berupaya menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik, kesempatan berlatih, dan waktu istirahat mahasiswa. Pendekatan tersebut didasarkan pada pemikiran bahwa calon psikolog tidak hanya perlu memiliki kompetensi profesional, tetapi juga pengalaman nyata dalam menjaga kesejahteraan psikologis dirinya sendiri.

Supervisi sebagai Kunci Penjaminan Kompetensi Calon Psikolog

Pembahasan mengenai supervisi menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan. Delegasi UBM menggali pengalaman UNTAR dalam menyiapkan supervisor, menentukan kesesuaian kompetensi pembimbing dengan latar praktik, serta memantau perkembangan mahasiswa.

Dr. Naomi dan Roswiyani menjelaskan bahwa supervisor memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar memeriksa laporan. Supervisor diharapkan mampu menjalankan fungsi pembimbing, fasilitator pembelajaran, pemberi umpan balik, pendukung pengembangan profesional, serta pendamping mahasiswa ketika menghadapi kendala dalam proses praktik.

Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog UNTAR memiliki delapan dosen *homebase* yang berperan dalam pembelajaran dan supervisi substansi, serta didukung oleh sejumlah alumni berpengalaman yang terlibat dalam kegiatan supervisi. Penempatan supervisor dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi dan pengalaman profesional yang relevan dengan latar praktik mahasiswa.

Selain supervisi rutin, mahasiswa mengikuti kegiatan *case conference* yang diselenggarakan sesuai karakteristik tempat praktik. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan hasil asesmen, merumuskan permasalahan psikologis, mempertanggungjawabkan keputusan profesional, serta mengembangkan rencana intervensi berdasarkan bukti dan pertimbangan etik.

Dalam hal evaluasi, mahasiswa dituntut mencapai standar kelulusan minimal B. Apabila capaian kompetensi belum memenuhi persyaratan, mahasiswa diberikan mekanisme perbaikan atau pengulangan sesuai dengan tingkat kekurangan dan ketentuan akademik yang berlaku.

Pengelolaan Mitra, Fasilitas, dan Persiapan Uji Kompetensi

Delegasi UBM juga menunjukkan perhatian terhadap proses pengembangan jejaring tempat praktik, khususnya di bidang kesehatan, organisasi, pendidikan, dan komunitas.

Dalam diskusi dijelaskan bahwa UNTAR memanfaatkan kemitraan dengan berbagai institusi, termasuk rumah sakit dan puskesmas, untuk praktik di bidang kesehatan. Program Studi berkoordinasi dengan mitra untuk memastikan ketersediaan kasus yang sesuai dengan target pembelajaran. Apabila mahasiswa mengalami kesulitan memperoleh kasus yang diperlukan, Sekretariat dan pengelola Program Studi berkoordinasi dengan mitra untuk mencari alternatif penyelesaian.

Aspek sarana dan prasarana juga dibahas, termasuk penggunaan laboratorium konseling, fasilitas pembelajaran, serta prosedur peminjaman alat tes psikologi. Peminjaman alat asesmen dilakukan melalui prosedur administrasi dan persetujuan pembimbing, dengan tanggung jawab penggunaan berada pada mahasiswa.

Pertemuan juga membahas persiapan mahasiswa dalam menghadapi uji kompetensi profesi yang diselenggarakan melalui sistem HIMPSI. UNTAR memberikan pembekalan melalui kegiatan pra-uji kompetensi untuk membantu mahasiswa memahami mekanisme dan kesiapan teknis dalam pelaksanaan ujian.

Selain itu, dibahas pula pengelolaan data akademik melalui PDDIKTI, penggunaan sistem administrasi HIMPSI, serta proses penerbitan dokumen perizinan praktik setelah mahasiswa memenuhi persyaratan kelulusan dan kompetensi.

Kolaborasi dan Pembelajaran Bersama untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Psikologi

Kunjungan delegasi Universitas Bunda Mulia menunjukkan pentingnya kolaborasi antarinstitusi dalam mengembangkan pendidikan profesi psikolog yang berkualitas. Berbagai pertanyaan dan diskusi tidak hanya bermanfaat bagi UBM sebagai institusi yang sedang mempersiapkan pembukaan program profesi, tetapi juga menjadi bahan refleksi dan evaluasi bagi UNTAR.

Salah satu masukan yang muncul dalam diskusi adalah kemungkinan penggunaan pengukuran awal dan akhir pembelajaran (*pre-test* dan *post-test*) untuk mengevaluasi efektivitas tahap persiapan profesi. Gagasan tersebut menjadi salah satu masukan konstruktif yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan sistem evaluasi pembelajaran.

Melalui kegiatan *benchmarking* ini, Fakultas Psikologi UNTAR menegaskan pentingnya berbagi praktik baik, pengalaman pengelolaan akademik, serta pendekatan pendidikan yang menyeimbangkan kompetensi profesional, etika, kualitas layanan, dan kesejahteraan psikologis.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan antara Universitas Tarumanagara dan Universitas Bunda Mulia, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan profesi psikolog di Indonesia.

Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara — Berkomitmen Mengembangkan Pendidikan Psikologi yang Profesional, Beretika, dan Berdampak bagi Masyarakat.

Berita Terbaru

Agenda Mendatang

 

20

November

Kunjungan Fakultas Psikologi UNJANI

22-29

November

International Student Mobility ke Edith Cowan University

1-2

Desember

Workshop OBE

1-5

Desember

Ujian Akhir Semester
Fakultas Psikologi, Jurusan Psikologi, Kuliah Psikologi, Sarjana Psikologi, Magister Psikologi, Jakarta, FPSI Untar, Universitas Tarumanagara