Pada Rabu, 11 Maret 2026 mahasiswa S2 Fakultas Psikologi (F.Psi.) Universitas Tarumanagara (UNTAR) mengikuti kegiatan Forum Diskusi Ilmiah (FDI) yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada pukul 16.00–17.30 WIB. Pada kesempatan ini, FDI mengangkat tema “Grit dan Resiliensi Ibu dalam Menghadapi Kanker Anak: Peran Hope dan Social Support.” Diskusi ini menghadirkan Ibu Tania Mursalim, M.Psi. dan Ibu Pamela Hendra Heng, S.Pd., M.P.H., M.A., Ph.D. sebagai narasumber dengan Bapak Dr. Raja Oloan Tumanggor, S.Ag. sebagai moderator untuk memandu jalannya diskusi.
Kegiatan diawali dengan perkenalan singkat oleh kedua narasumber melalui pemaparan profil serta perjalanan akademik mereka. Setelah sesi perkenalan kedua narasumber, acara dilanjutkan dengan pemaparan hasil penelitian yang menjadi topik utama diskusi.
Dalam pemaparannya, Ibu Tania menjelaskan latar belakang penelitian yang berangkat dari tingginya kasus kanker anak di Indonesia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2021, terdapat 11.156 kasus kanker anak di Indonesia dengan survival rate di negara berkembang berkisar antara 15–45%. Kondisi ini membuat proses pengobatan kanker anak tidak hanya menjadi tantangan bagi anak, tetapi juga bagi keluarga, khususnya ibu yang umumnya berperan sebagai primary caregiver. Ibu Tania menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor yang dapat membantu orang tua, khususnya ibu, agar ibu dapat bertahan dan beradaptasi dalam masa kritis seorang anak penderita kanker.
Dalam konteks ini, faktor psikologis, seperti grit (kegigihan dalam mengejar tujuan), hope (keyakinan dan motivasi untuk mencapai tujuan), serta social support (dukungan sosial dari lingkungan), dipandang berperan dalam membantu ibu membangun resiliensi selama mendampingi anak dalam menjalani pengobatan.
Penelitian ini melibatkan 216 ibu yang memiliki anak penderita kanker dan memenuhi kriteria partisipan penelitian. Pengambilan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner melalui Google Form yang berisi empat instrumen penelitian, yaitu Grit-S, CD-RISC, SHS, dan MSPSS. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan desain penelitian non-eksperimental menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional serta diuji menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak JASP.
Setelah pemaparan materi selesai disampaikan oleh Ibu Tania, acara kembali dipandu oleh Bapak Raja selaku moderator dan dilanjutkan dengan dibukanya sesi tanya jawab. Pada sesi ini, terdapat satu pertanyaan dari Mecherati Rajasa mengenai alasan penelitian ini yang hanya berfokus pada ibu sebagai primary caregiver serta tidak mempertimbangkan peran ayah atau caregiver lain sebagai partisipan.
Ibu Tania menanggapi bahwa peran primary caregiver di Indonesia lebih banyak dipegang oleh seorang ibu. Kebanyakan ibu bertanggung jawab secara langsung dalam mendampingi anak selama perawatan, mulai dari mengatur nutrisi, mengelola jadwal kontrol, hingga mengantar anak untuk menjalani pengobatan. Kedekatan emosional antara ibu dan anak juga seringkali membuat anak merasa lebih aman dan nyaman ketika didampingi oleh ibu selama proses pengobatan. Namun, dalam prosesnya mungkin ibu akan mengalami kelelahan emosional. Oleh karena itu, penguatan psikologis perlu difokuskan pada ibu sebagai primary caregiver, khususnya penguatan grit agar memiliki tujuan yang jelas bagi kesembuhan anak dan fokusnya lebih terarah untuk mencapai tujuan tersebut.
Berbagai pertanyaan dari mahasiswa turut membuat suasana diskusi FDI semakin interaktif. Setelah sesi tanya jawab berakhir, rangkaian diskusi ditutup dengan penyerahan sertifikat secara digital kepada kedua narasumber sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan pemaparan materi yang telah disampaikan.
Oleh: Jessica Aurelia Sentosa dan Alysa Nurul Mufida


