- Hubungan orangtua–anak yang positif berkaitan dengan kemampuan anak mengelola emosi secara lebih adaptif.
- Respons orangtua yang suportif dapat mendukung perkembangan regulasi emosi anak.
- Kekacauan rumah tangga dan respons emosional yang tidak suportif berkaitan dengan meningkatnya risiko masalah emosional dan perilaku.
Penelitian dengan judul “A Systematic Review: The Role of Parent-Child Relationship and Parental Emotional Socialization on Children’s Emotion Regulation” menjadi publikasi terbaru dari mahasiswa dan dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara yang terindeks SINTA 3 pada jurnal nasional bereputasi.
Kemampuan mengatur emosi merupakan keterampilan dasar yang seharusnya dimiliki anak pada rentang usia sekolah tingkat TK dan SD. Pada tahap ini, anak idealnya sudah mampu mengikuti aturan sederhana, tidak mengekspresikan emosi dengan memukul, serta dapat berinteraksi dengan teman sebaya secara adaptif. Sehingga berdampak baik pada dinamika interaksi sosial anak di lingkungan sekolah atau lingkungan bermainnya.
Pada kenyataannya beberapa temuan menunjukkan kondisi yang berbeda. Penelitian tahun 2024 di Kabupaten Maros menemukan bahwa murid TK masih kesulitan mengantri dan kerap mengejek teman. Fenomena serupa juga muncul pada murid SD yang mudah menangis saat masuk sekolah serta mengalami masalah disiplin dan interaksi sosial. Hal ini kemudian dapat menjadi kekhawatiran bagi orangtua dari si anak.
Observasi lapangan melalui program MBKM di TK X Jakarta Barat pada Maret–Juni 2024 juga menunjukkan anak-anak masih mengekspresikan marah dengan berteriak, memukul teman, atau menangis ketika keinginannya tidak terpenuhi. Kondisi ini menggambarkan ketidakmampuan anak dalam meregulasi emosi, yang dapat menghambat proses akademik dan memicu kecemasan.
Berangkat dari fenomena di atas, kelompok penelitian dengan satu mahasiswa dan dua dosen Fakultas Psikologi Untar membuahkan publikasi nasional dan terpublikasikan pada Buletin Psikologi, sebuah Jurnal Ilmiah dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Penelitian ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa dan dua dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Farhah Suruurah Rizqiah Sanaky sebagai mahasiswa, Dr. Riana Sahrani dosen dari Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Jenjang Profesi, dan Dr. Fransisca Iriani Roesmala Dewi, M.Si., Psikolog dosen dari Program Studi Magister Sains Psikologi.
Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode systematic review berdasarkan pedoman PRISMA 2020, dengan pencarian literatur pada enam database internasional. Dari total 44.837 artikel yang ditemukan, tujuh artikel memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Proses penyaringan dan analisis dilakukan oleh tim peneliti yang melibatkan dosen dan mahasiswa.
Hasil review menunjukkan bahwa kualitas hubungan orangtua–anak dan pola respons emosional orangtua merupakan mekanisme kunci dalam perkembangan regulasi emosi anak. Hubungan yang positif berkaitan dengan kemampuan anak mengelola emosi secara adaptif, sementara kekacauan rumah tangga serta respons yang tidak suportif meningkatkan risiko masalah emosional dan perilaku.
Temuan ini kemudian diterapkan dalam kegiatan PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) berupa seminar bagi orangtua pada TK X di Jakarta Barat. Kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari peserta maupun pihak mitra. Meskipun tidak menggunakan instrumen tertulis, observasi langsung dan umpan balik menunjukkan bahwa seminar memberikan manfaat nyata bagi orangtua.
Informasi Program Studi di Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara


