Jakarta, 28 September 2026 – Universitas Tarumanagara (UNTAR) menerima kunjungan jajaran pimpinan Rumah Sakit Soeharto Heerdjan (RSSH) dalam rangka menjajaki dan memperkuat peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan layanan kesehatan, khususnya kesehatan mental. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan melibatkan pimpinan universitas, fakultas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta jajaran pimpinan RSSH.
Delegats RSSH dipimpin oleh dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS. (Direktur Utama RS Soeharto Heerdjan), didampingi Khadirin, S.IP., MARS., M.H., QHIA., S.Med., Sp.Kes. (Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian); Evi Nursafinah, S.E., MPH. (Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Layanan Operasional); Dr. Rachmi (Direktur Medik); dr. Mochtar, MARS., M.K.K., Sp.Ak., FISQua; Eko Happy Purwanto, S.K.M., M.M.; Ns. Neng Esti Winahayu, M.Kep., Sp.Kep.J. (Kepala Clinical Research Unit [CRU]) serta jajaran RSSH lainnya.
Dalam pertemuan penyambutan kedatangan RSSH, pihak UNTAR diwakili oleh Dr. Sri Tiatri, Ph.D., Psikolog (Wakil Rektor); Dr. Hetty Tunjung Sari (Kepala LPPM); Dr. Mei (Manajer Pengabdian kepada Masyarakat LPPM); Prof. Dr. Rasji, S.H., M.H. (Dekan Fakultas Hukum); Dr. Ronnie (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis); Dr. dr. Noer Saelan Tadjudin, Sp.KJ (Dekan FK) beserta jajaran Fakultas Kedokteran; Dr. Fransisca I. R. Dewi, M.Si., (Ketua Program Studi Magister Psikologi); Roswiyani, Ph.D., Psikolog (Sekretaris Program Studi Magister/Profesi Psikologi); Dr. Yohanes Budiarto, M.Si. (Manajer Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Psikologi); serta perwakilan Humas dan unit terkait lainnya.
Rumah Sakit dan Universitas Memiliki Kekuatan yang Saling Melengkapi
Pertemuan diawali dengan sambutan dan perkenalan dari Wakil Rektor UNTAR, dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Utama RSSH. Dalam sambutannya, Direktur Utama RSSH menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari UNTAR serta menekankan besarnya peluang kolaborasi antara rumah sakit dan institusi pendidikan tinggi.
Menurut Direktur Utama RSSH, universitas memiliki kekuatan berupa berbagai bidang keahlian dan para ahli, sedangkan rumah sakit memiliki layanan, pengalaman klinis, fasilitas, serta kekayaan data yang dapat dikembangkan untuk pendidikan dan penelitian. Jika kedua kekuatan tersebut dipertemukan, kolaborasi dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar, tidak hanya bagi kedua institusi tetapi juga bagi masyarakat.
Direktur RSSH juga membagikan refleksi dari berbagai kunjungan institusional yang telah dilakukan. Salah satu pembelajaran penting adalah tentang budaya kerja. Kompetensi dan teknologi yang baik perlu disertai kekompakan, kerja sama, dan budaya organisasi yang mendukung agar dapat menghasilkan kinerja yang optimal.
RSSH sendiri telah memiliki sejarah lebih dari satu abad dalam memberikan pelayanan kesehatan. Rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan RI tersebut memiliki keunggulan khusus dalam pelayanan kesehatan jiwa dan terus bertransformasi menjadi rumah sakit yang lebih modern dan unggul, sekaligus mengembangkan layanan kesehatan secara lebih luas.
Dalam transformasi tersebut, kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai sangat strategis. RSSH membuka kesempatan bagi mahasiswa dan akademisi UNTAR untuk terlibat dalam kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian, serta transfer pengetahuan. Semangat yang ingin dikembangkan adalah agar inovasi dan hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi akademik, melainkan memberikan dampak pada kualitas pelayanan.
Clinical Research Unit (CRU): Pintu Kolaborasi Penelitian
Ns. Neng Esti Winahayu, M.Kep., Sp.Kep.J. selaku Kepala CRU menyampaikan bahwa CRU telah memfasilitasi 122 penelitian yang melibatkan 33 institusi. Proses penelitian melalui CRU dapat mencakup tahapan mulai dari observasi awal, pengajuan dan pemrosesan ethical clearance, pengambilan dan pengolahan data, hingga publikasi. Sistem etik penelitian juga telah terintegrasi dengan SIM-EPK KEPPKN.
Bagi UNTAR, fasilitas tersebut membuka peluang untuk memperoleh lahan penelitian kesehatan jiwa, proses penelitian yang lebih terstruktur, peningkatan mutu penelitian, publikasi bersama, serta dukungan terhadap pengembangan dan akreditasi program studi. RSSH dapat menjadi mitra bagi penelitian mahasiswa pada tingkat skripsi maupun tesis, termasuk dalam pengambilan data penelitian melalui CRU.
Kepala LPPM UNTAR, Dr. Hetty Tunjung Sari, melihat bahwa peluang kolaborasi yang paling dekat berada pada Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi. Pertemuan ini menunjukkan bahwa UNTAR dan RS Soeharto Heerdjan memiliki sumber daya yang saling melengkapi. UNTAR memiliki kekuatan keilmuan dan tenaga ahli multidisipliner, sedangkan RSSH memiliki pengalaman pelayanan, tenaga kesehatan, fasilitas klinis, CRU, serta data yang kaya untuk dikembangkan.

